{"id":25873899,"date":"2025-06-04T17:05:44","date_gmt":"2025-06-04T15:05:44","guid":{"rendered":"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/?post_type=tribe_events&#038;p=25873899"},"modified":"2025-06-10T19:01:36","modified_gmt":"2025-06-10T17:01:36","slug":"academic-presentations-about-neurodiversity-research","status":"publish","type":"tribe_events","link":"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/id\/my-event\/academic-presentations-about-neurodiversity-research\/","title":{"rendered":"Konferensi Penelitian Neurodiversity - Presentasi Akademik tentang Penelitian Neurodiversity"},"content":{"rendered":"<div data-olk-copy-source=\"MessageBody\"><\/div>\n<h3 data-olk-copy-source=\"MessageBody\"><strong>Pada tanggal 11 Juni 2025, para peneliti yang melakukan penelitian tentang keanekaragaman saraf akan mempresentasikan dan berbagi tentang karya-karya dan temuan mereka.<\/strong><\/h3>\n<div data-olk-copy-source=\"MessageBody\"><\/div>\n<div data-olk-copy-source=\"MessageBody\">Para peneliti ini akan mempresentasikan penelitian mereka:<\/div>\n<div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-25875031 size-medium\" src=\"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image2-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" \/><\/p>\n<\/div>\n<h4>Alvin van Asselt: <b>Penelitian Sensitivitas Sensitivitas Penolakan (RSD)<\/b><\/h4>\n<div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan bangga kami umumkan Presentasi Akademik yang akan datang oleh <\/span><b>Alvin van Asselt<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">seorang mahasiswa PhD autis yang penelitiannya menjelaskan tentang <\/span><b>Disforia Sensitivitas Penolakan (RSD)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">-sebuah istilah yang semakin sering digunakan oleh komunitas neurodivergen untuk menggambarkan respons emosional yang intens terhadap penolakan, kritik, atau pengucilan.<\/span><\/p>\n<p><b>Abstrak:<\/b><b><br \/>\n<\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">Disforia Sensitivitas Penolakan. Ditolak, dikucilkan, atau dikritik bisa sangat menyedihkan. Bagi beberapa orang, pengalaman ini mungkin lebih intens daripada yang lain. Di media sosial, individu neurodivergen menggunakan istilah Rejection Sensitivity Dysphoria (RSD) untuk menggambarkan bahwa respons mereka terhadap kejadian-kejadian tersebut bisa jadi ekstrem. Alvin van Asselt, seorang mahasiswa PhD autis yang meneliti RSD pada autisme, akan memberikan ceramah tentang apa yang saat ini diketahui tentang RSD. Ini termasuk temuan dari penelitiannya baru-baru ini, di mana ia mewawancarai orang dewasa autis tentang pengalaman mereka dengan RSD.<\/span><\/i><\/p>\n<p><b>Alvin van Asselt: <\/b><a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/alvinvanasselt\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.linkedin.com\/in\/alvinvanasselt\/<\/span><\/a><\/p>\n<hr \/>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-25875030 size-medium\" src=\"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image1-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" \/><\/p>\n<\/div>\n<h4>Melis Yontan:<b>\u00a0Penelitian Keanekaragaman Saraf<\/b><\/h4>\n<div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan bangga kami umumkan Presentasi Akademik yang akan datang oleh <\/span><b>Melis Yontan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yang akan membagikan penelitian terbarunya tentang keanekaragaman saraf di pendidikan tinggi, dengan fokus pada <\/span><b>ADHD dan perfeksionisme maladaptif<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> di kalangan mahasiswa.<\/span><\/p>\n<p><b>Abstrak:<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) menjadi semakin lazim di kalangan mahasiswa dan sering dikaitkan dengan hasil akademis yang lebih buruk. Penelitian menunjukkan bahwa perfeksionisme mungkin berperan dalam hubungan ini. Siswa dengan ADHD cenderung menjadi perfeksionis yang maladaptif, yang selanjutnya berdampak pada kinerja akademik mereka. Karena siswa dengan ADHD sering menghadapi tantangan dalam organisasi dan pemecahan masalah, kehadiran perfeksionisme maladaptif dapat membuat penyelesaian tugas menjadi lebih sulit. Siswa berprestasi juga ditemukan menunjukkan perfeksionisme maladaptif, kemungkinan besar karena lingkungan akademis yang bertekanan tinggi. Namun, studi interdisipliner menawarkan struktur pendidikan yang sengaja dirancang untuk mengakomodasi gaya belajar yang beragam, yang berpotensi membuat lingkungan ini lebih mendukung bagi siswa yang memiliki keragaman saraf seperti mereka yang memiliki ADHD. Dengan menyatukan elemen-elemen ini, penelitian ini menggunakan desain kuantitatif, cross-sectional, dan korelasional untuk mengeksplorasi hubungan antara gejala ADHD dan perfeksionisme maladaptif dalam lingkungan perguruan tinggi interdisipliner. Sebanyak 115 mahasiswa di Amsterdam University College menyelesaikan kuesioner online anonim yang terdiri dari Adult ADHD Self-Report Scale dan Almost Perfect Scale-Revised. Temuan ini sejalan dengan literatur yang ada, yang menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat keparahan gejala ADHD yang lebih tinggi memiliki skor perfeksionisme maladaptif yang lebih tinggi dibandingkan dengan teman sebayanya. Selain itu, gejala ADHD dikaitkan dengan skor yang lebih rendah pada subskala Order, yang mengindikasikan kesulitan dalam berorganisasi. Temuan ini menyoroti pentingnya lingkungan pendidikan yang menjelaskan hubungan kompleks antara ADHD dan perfeksionisme yang lebih baik dalam mendukung siswa yang memiliki keragaman saraf dalam lingkungan akademis yang kompetitif.<\/span><\/i><\/p>\n<p><b>Melis Yontan: <\/b><a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/melis-yontan-990bb3306\/?originalSubdomain=nl\"><b>https:\/\/www.linkedin.com\/in\/melis-yontan-990bb3306\/?originalSubdomain=nl<\/b><\/a><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-25875034 size-medium\" src=\"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image5-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" \/>&#8211;<\/p>\n<\/div>\n<h4>Yijuan Li:<b>\u00a0\"Rangkullah ADHD, 100 Cara Kita Bersinar\" bersama Yijuan Li dan Pembicara Tamu Marc Goblot<\/b><\/h4>\n<div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kami sangat senang menyambut <\/span><b>Yijuan Li<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk Presentasi Akademik tentang proyek penelitian eksplorasi tahap awal yang berjudul <\/span><b>\"Rangkullah ADHD, 100 Cara Kita Bersinar.\"<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Bergabung dengannya sebagai pembicara tamu adalah <\/span><b>Marc Goblot<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yang telah berkontribusi dalam proyek ini sebagai penasihat komunitas dan narasumber.<\/span><\/p>\n<p><b>Abstrak:<\/b><b><br \/>\n<\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam presentasi ini, Yijuan akan memperkenalkan proyek penelitian eksplorasi tahap awal, \"Embrace ADHD, 100 Ways We Shine\". Presentasi ini akan mencakup kerangka kerja dan bagaimana proyek ini dimulai, serta detail praktis dalam melakukan wawancara. Pembicara tamu, Marc Goblot, akan mempresentasikan pengalamannya sebagai penasihat komunitas dan salah satu orang yang diwawancarai, untuk memberikan gambaran yang lebih baik kepada para hadirin. Selamat datang dan selamat bergabung dengan kami!<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Presentasi ini merupakan kesempatan berharga bagi mereka yang tertarik dengan keanekaragaman saraf, metode penelitian kualitatif, dan pendekatan berbasis komunitas yang inklusif. Kami dengan hangat mengundang para mahasiswa, dosen, dan komunitas akademis yang lebih luas untuk bergabung dalam sesi yang menarik dan penuh wawasan ini.<\/span><\/p>\n<p><b>Yijuan Li: <\/b><a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/jujusprofile\/\"><b>https:\/\/www.linkedin.com\/in\/jujusprofile\/<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/a><b>Marc Goblot: <\/b><a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/marcgoblot\/\"><b>https:\/\/www.linkedin.com\/in\/marcgoblot\/<\/b><\/a><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-25875038\" src=\"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Screenshot-2025-06-09-160407-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" \/><\/p>\n<\/div>\n<h4>Daniel Koblischke<\/h4>\n<div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kami dengan senang hati memperkenalkan <strong>Daniel Koblischke<\/strong>seorang pemikir visioner di bidang Neurodiversity, berbicara tentang konsep-konsep baru dan filosofis, yang berkaitan dengan \"<\/span>obat-obatan elektronik\", \"hak-hak neuro\" dan \"implikasi politik dari neuro:etika dalam konteks soft power\".<\/p>\n<hr \/>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-25875039\" src=\"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Valentina-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" \/> \u00a0<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-25875040\" src=\"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Jasmine-Shah-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" \/><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<h4>Valentina Landin dan Jasmine Shah:<b> Penelitian Keanekaragaman Saraf\u00a0<\/b><\/h4>\n<div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kami dengan senang hati mengundang Anda untuk menghadiri Presentasi Akademik oleh <\/span><b>Valentina Landin<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><b>Jasmine Shah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yang akan berbagi penelitian kolaboratif mereka tentang mendefinisikan ulang produktivitas melalui metodologi neuro-inklusif dan berbasis alam.<\/span><\/p>\n<p><b>Abstrak:<\/b><b><br \/>\n<\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian ini mengkritik model produktivitas yang dominan dengan mengusulkan alternatif neuro-inklusif yang dirancang untuk kebutuhan individu yang memiliki keragaman saraf. Menantang cita-cita kapitalis tentang kecepatan dan efisiensi, penelitian ini mendapatkan kembali perhatian, keingintahuan, dan praktik reflektif melalui metodologi berbasis alam. Dengan menggunakan kerangka kerja etnografi dan desain partisipatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana metode seperti berjalan kaki, observasi, fotografi, dan dialog reflektif dapat membangun cara kerja yang inklusif. Intervensi utama, Walk &amp; Talk, adalah praktik mendalam yang tertanam dalam kelambanan, kehadiran, dan koneksi. Diskusi dan temuan mengungkapkan bagaimana hal ini membingkai ulang produktivitas sebagai pengalaman relasional, sensorik, dan reflektif, menawarkan alternatif penuh kasih yang berpusat pada ritme neurodiversitas dan mempromosikan kesejahteraan melalui komunitas dan alam.<\/span><\/i><\/p>\n<hr \/>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-25875035 size-medium\" src=\"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image6-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" \/><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<h4>Tahani Saleh: <b>Penelitian Keanekaragaman Saraf<\/b><\/h4>\n<div><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan bangga kami umumkan Presentasi Akademik yang akan datang oleh <\/span><b>Tahani Saleh<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yang akan membagikan penelitiannya yang inovatif dan terlibat secara sosial tentang<\/span><b> pengalaman orang dewasa dengan ADHD dalam sistem perawatan kesehatan Belanda.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Proyeknya menantang pandangan konvensional berbasis defisit tentang ADHD dan sebagai gantinya memusatkan pada pengalaman hidup, ketahanan, dan kekuatan kognitif individu neurodivergen.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><b>Abstrak:<\/b><b><br \/>\n<\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">Orang dewasa dengan Attention-Deficit\/Hyperactivity Disorder (ADHD) sering kali menghadapi tantangan saat menggunakan sistem perawatan kesehatan yang tidak dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan neurodivergen. Di Belanda, orang dengan ADHD sering melaporkan penundaan yang lama dalam diagnosis, komunikasi yang buruk selama konsultasi, dan lingkungan sensorik yang menyusahkan di ruang tunggu. Kesulitan-kesulitan ini sering kali disebabkan oleh ketidaksesuaian sistemik antara lingkungan perawatan kesehatan dan fitur kognitif dan sensorik yang terkait dengan ADHD, dan bukan hanya karena kondisi itu sendiri.<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perjalanan perawatan kesehatan orang dewasa dengan ADHD di Belanda, dengan fokus pada hambatan yang mereka hadapi dan strategi atau intervensi yang mendukung mereka. Dengan menggunakan Photovoice, sebuah metode penelitian tindakan partisipatif yang memberdayakan peserta untuk mengabadikan pengalaman hidup mereka melalui fotografi dan narasi, penelitian ini akan mengundang 5-6 orang dewasa dengan ADHD yang didiagnosis secara formal maupun yang didiagnosis sendiri untuk merefleksikan pengalaman mereka dalam tiga fase perawatan: mencari bantuan, menunggu, dan konsultasi.<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Didasarkan pada teori kecocokan antara orang dan lingkungan serta paradigma keanekaragaman saraf, penelitian ini bertujuan untuk menantang perspektif defisit, yang tidak hanya menyajikan tantangan tetapi juga kekuatan kognitif khas yang digunakan oleh banyak orang dengan ADHD untuk mengelola kesehatan. Hasilnya akan diinterpretasikan dalam kolaborasi dengan peserta dan digunakan untuk mengembangkan rekomendasi spesifik di setiap tingkat untuk meningkatkan aksesibilitas, daya tanggap, dan inklusivitas perawatan ADHD dalam sistem perawatan kesehatan Belanda.<\/span><\/i><\/div>\n<div><b>Tahani Saleh: <\/b><a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/tahani-saleh\/\"><b>https:\/\/www.linkedin.com\/in\/tahani-saleh\/<\/b><\/a><\/div>\n<div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-25875036\" src=\"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Steven-van-der-Minne-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" \/><\/p>\n<\/div>\n<h4>Steven van der Minne<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kami dengan senang hati menyambut<\/span><b> Steven van der Minne<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai pembicara berikutnya dalam seri Presentasi Akademik kami, di mana ia akan berbagi penelitian dan strategi terapannya untuk menciptakan <\/span><b>keamanan psikologis<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai dasar untuk inklusi yang sebenarnya - khususnya inklusi saraf - dalam pengaturan organisasi.<\/span><\/p>\n<p><b>Abstrak:\u00a0<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengembangkan keterampilan pribadi secara penuh yang membuat orang berkembang dalam kelompok, inklusi adalah syarat utama. Elemen kunci dari inklusi, juga inklusi saraf, adalah keamanan psikologis.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mengadopsi, beradaptasi, dan meningkatkan keamanan psikologis lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Dengan tidak adanya psychological safety dalam organisasi, orang tidak akan merasa aman, tidak akan terbuka dan menunjukkan sisi rentan mereka, sehingga situasinya kemungkinan akan tetap seperti itu, mungkin inklusif dalam nama, bukan dalam kenyataan.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah mengapa saya mengembangkan beberapa model untuk meningkatkan keamanan psikologis dalam lima langkah, panduan untuk organisasi yang memulai dari awal, informasi tambahan yang mewakili jenis neurodivergen yang paling umum dan beberapa langkah untuk panduan, dan akhirnya untuk organisasi yang benar-benar ingin memantau kemajuan, tips untuk memasukkan keamanan psikologis, juga di dalam keanekaragaman saraf ke dalam Indikator Kinerja Utama.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak akan mempresentasikan keseluruhan penelitian, tetapi saya akan menunjukkan beberapa contoh model dan menjelaskan motivasi saya untuk menyelami dimensi neurodiversitas dari keselamatan psikologis.<\/span><\/i><\/p>\n<p><b>Steven van der Minne: <\/b><a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/stevenvanderminne\/edit\/forms\/next-action\/after-connect-update-profile\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.linkedin.com\/in\/stevenvanderminne\/edit\/forms\/next-action\/after-connect-update-profile\/<\/span><\/a><\/p>\n<hr \/>\n<div><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-25875033 size-medium\" src=\"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image4-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" \/><\/div>\n<h4>May Oostrom-Kwok:\u00a0<b>Penelitian Keanekaragaman Saraf dengan May Oostrom-Kwok<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kami dengan senang hati mengumumkan Presentasi Akademik yang akan datang oleh <\/span><b>Mei Oostrom-Kwok<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yang penelitiannya mengeksplorasi bagaimana <\/span><b>komunikasi internal dapat memberdayakan para manajer lini<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk membangun tempat kerja yang lebih inklusif. Seiring dengan meningkatnya minat terhadap keanekaragaman saraf di tempat kerja, terutama dengan perusahaan seperti SAP dan Microsoft yang melaporkan keuntungan yang jelas dari praktik inklusif, topik ini menjadi sangat tepat waktu dan penting.<\/span><\/p>\n<p><b>Abstrak:<\/b><b><br \/>\n<\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">Keanekaragaman saraf di tempat kerja semakin mendapat perhatian. Dengan organisasi seperti SAP dan Microsoft yang melaporkan peningkatan produktivitas, kualitas, dan inovasi melalui praktik neuroinklusif, perusahaan mulai menyadari nilai tenaga kerja yang beragam.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat peran penting yang dimainkan oleh para manajer lini dalam mendukung individu-individu neurodivergen dan pentingnya komunikasi dalam memungkinkan organisasi yang inklusif, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana komunikasi internal dapat mendukung para manajer lini dalam membina tempat kerja yang inklusif.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Studi kualitatif ini mensurvei pengalaman para manajer sumber daya manusia di sebuah perusahaan global yang berorientasi pada layanan di sektor jasa lingkungan. Wawancara dilakukan dengan delapan manajer lini yang memimpin tim dengan keragaman syaraf di Belanda dan Inggris. Temuan menunjukkan bahwa meskipun para manajer lini telah menerapkan beberapa praktik inklusif, namun mereka tidak memiliki pelatihan dan panduan formal. Banyak yang merasa tidak didukung di tingkat perusahaan dan menyerukan adanya investasi yang lebih struktural, pelatihan, kesadaran, dan dialog terbuka mengenai keanekaragaman syaraf.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Studi ini menyoroti pentingnya pendekatan dinamis untuk mendorong inklusi saraf, yang mencakup pembangunan kesadaran, fasilitasi dialog, kepemimpinan dan dukungan struktural, serta pendidikan. Secara khusus, komunikasi di seluruh organisasi dan keterlibatan kepemimpinan sangat penting untuk menciptakan budaya yang benar-benar inklusif.<\/span><\/i><\/p>\n<p><b>May Oostrom-Kwok: <\/b><strong><a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/may-kwok\/\">https:\/\/www.linkedin.com\/in\/may-kwok\/<\/a><\/strong><\/p>\n<div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-25875032 size-medium\" src=\"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image3-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" \/><\/p>\n<\/div>\n<h4>Kirsten van de Ham: <b>Penelitian Keanekaragaman Saraf <\/b><\/h4>\n<div><span style=\"font-weight: 400;\">Kami dengan senang hati mengundang Anda untuk menghadiri Presentasi Akademik oleh <\/span><b>Kirsten van der Ham<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yang akan mempresentasikan penelitiannya tentang bagaimana wirausahawan dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) menavigasi dunia kewirausahaan dengan memanfaatkan kekuatan unik mereka dan beradaptasi dengan tantangan.<\/span><b>Abstrak:<\/b><b><br \/>\n<\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">Presentasi ini mengeksplorasi bagaimana wirausahawan dengan Kondisi Spektrum Autisme memanfaatkan kekuatan mereka dan mengelola tantangan dalam kewirausahaan. Berdasarkan penelitian kualitatif yang melibatkan sepuluh wirausahawan Belanda, presentasi ini menyoroti tema-tema seperti pemikiran sistematis, kecocokan antara orang dan lingkungan, dan strategi untuk menyesuaikan lingkungan kerja dengan kebutuhan individu. Penelitian ini berkontribusi pada perspektif berbasis kekuatan pada keanekaragaman saraf dalam pekerjaan dan kewirausahaan.<\/span><\/i><\/div>\n<div><\/div>\n<div><b>Kirsten van der Ham: <\/b><a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/kirsten-van-der-ham\/\"><b>https:\/\/www.linkedin.com\/in\/kirsten-van-der-ham\/<\/b><\/a><\/div>\n<div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-25875037\" src=\"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Michael-Ibukun-Ehinmowo-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" \/><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<h4>Michael Ehinmow<\/h4>\n<div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<\/div>\n<\/div>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-25875210\" src=\"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Anna-Pyszkowska-Speaker-announcement-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" \/><\/p>\n<h4>Anna Pyszkowska<\/h4>\n<p>Anna akan berbagi presentasi: <strong>Inersia - eksplorasi kerangka kerja teoretis dan pengembangan skala<\/strong><\/p>\n<p><em>Inersia didefinisikan sebagai kesulitan untuk memulai atau menghentikan suatu aktivitas, meskipun tampaknya sederhana, seperti membuat sarapan atau mencuci piring. Hal ini sering dikaitkan dengan masalah fungsi eksekutif, misalnya fokus, perencanaan, atau pengambilan keputusan. Penelitian sebelumnya tentang inersia bersifat kualitatif atau teoritis; tidak ada penelitian kuantitatif karena kurangnya pengukuran psikometri yang ditujukan untuk fenomena ini. Presentasi saat ini berfokus pada penelitian sebelumnya mengenai inersia di antara individu autis dan memperkenalkan pengembangan skala Skala Inersia, berdasarkan hasil dari autis, ADHD, dan AuDHDers (N = 309) dari Polandia. Hasil awal menunjukkan bahwa Skala Inersia menunjukkan kecocokan model yang dapat diterima (RMSEA = 0.05) dan terdiri dari empat faktor yang menggarisbawahi kerangka kerja inersia: 1. Kesulitan memulai aktivitas, 2. Ketidakberdayaan, 3. Hambatan fisik, dan 4. Ketidakberdayaan. Pemutus inersia. Hasil kualitatif lebih lanjut dan rencana penelitian dan klinis juga dibahas.<\/em><\/p>\n<div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<div>\n<div><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-25875269\" src=\"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Screenshot-2025-06-10-182743-300x297.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"297\" \/><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<h4><b>Antoinette Luijkx<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kami dengan senang hati menyambut <\/span><b>Antoinette Luijkx<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai pembicara kami untuk acara hari ini. Antoinette membawa banyak pengetahuan dan pengalaman dalam topik <\/span><b>sensitivitas pemrosesan sensorik (SPS)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">juga dikenal sebagai sifat orang yang sangat sensitif (HSP).<\/span><\/p>\n<p><b>Abstrak:<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam presentasi ini, Antoinette Luijkx menjelaskan karakteristik sensitivitas pemrosesan sensorik, SPS (juga dikenal sebagai HSP), perbedaan dalam otak dibandingkan dengan non-SPS, beban dan kekuatan. Kami akan membahas gambaran umum penelitian selama 25 tahun terakhir tentang SPS dan akhirnya fokus pada kesenjangan yang belum diteliti.<\/span><\/i><\/p>\n<p><b>Antoinette Luijkx:<\/b> <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/antoinetteluijkx\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.linkedin.com\/in\/antoinetteluijkx\/<\/span><\/a><\/p>\n<div>\n<div>\n<div>\n<hr \/>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-25875272\" src=\"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Screenshot-2025-06-10-182948-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" \/><\/p>\n<\/div>\n<h4><strong><span style=\"color: #666666; font-size: 14px;\">Lauren Wilkinson<\/span><\/strong><\/h4>\n<div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kami merasa terhormat untuk menyambut <\/span><b>Lauren Wilkinson<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai pembicara kami, menawarkan wawasan terobosan ke dalam <\/span><b>persimpangan antara keanekaragaman saraf dan fibromyalgia.<\/b><\/p>\n<p><b>Abstrak:<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Latar belakang: Kondisi neurodivergen (misalnya autisme dan ADHD) memiliki kemiripan dengan <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">fibromyalgia termasuk tantangan kognitif (misalnya kabut otak dan disfungsi eksekutif), <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">perbedaan pemrosesan sensorik dan kondisi kesehatan mental dan fisik yang menyertai.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Individu yang memiliki neurodivergen sering kali kesulitan untuk menjelaskan emosi dan pengalaman fisik mereka; oleh karena itu, kami memperkirakan hal ini dapat meluas ke penjelasan nyeri kronis mereka, namun saat ini masih rancu. Neurodiversitas dan fibromyalgia dikelola oleh disiplin ilmu kesehatan yang terpisah, sehingga hubungan ini bisa jadi tidak terdeteksi, atau dokter tidak memiliki pemahaman, keterampilan, atau kapasitas yang diperlukan untuk menanganinya dengan tepat sehingga dapat berdampak negatif pada kualitas hidup seseorang.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengalaman hidup pribadi neurodivergen <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">individu dengan fibromyalgia dan keterkaitan antara kondisi tersebut.<\/span><\/i><\/p>\n<p><b>Kata kunci: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Fibromyalgia, Keanekaragaman Saraf, Autisme, ADHD, Pengalaman Hidup<\/span><\/p>\n<p><b>Lauren Wilkinson: <\/b><a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/lauren-wilkinson-722b62202\/edit\/forms\/next-action\/after-connect-update-profile\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.linkedin.com\/in\/lauren-wilkinson-722b62202\/edit\/forms\/next-action\/after-connect-update-profile\/<\/span><\/a><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<h4><\/h4>\n<\/div>\n<div>\n<div><\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>On the 11th of June 2025, researchers who are doing research about neurodiversity will present and share about their works and their findings. These researchers will present their research: &nbsp; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25875047,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","_tribe_events_status":"","_tribe_events_status_reason":"","footnotes":""},"tags":[],"tribe_events_cat":[67,69],"class_list":["post-25873899","tribe_events","type-tribe_events","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","tribe_events_cat-online","tribe_events_cat-talks","cat_online","cat_talks"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tribe_events\/25873899","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tribe_events"}],"about":[{"href":"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/tribe_events"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tribe_events\/25873899\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25875313,"href":"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tribe_events\/25873899\/revisions\/25875313"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25875047"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25873899"}],"wp:term":[{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25873899"},{"taxonomy":"tribe_events_cat","embeddable":true,"href":"https:\/\/neurodiversityprideday.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tribe_events_cat?post=25873899"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}